Penelitian ini menganalisis peran koran baik versi cetak maupun digital dalam menghadapi perubahan sosial dan pendidikan di era digital. Transformasi teknologi telah menggeser pola konsumsi informasi masyarakat, namun koran tetap memiliki fungsi strategis sebagai media literasi, edukasi, dan pembentuk opini publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 20 responden, penelitian ini mengungkap bahwa seluruh responden masih membaca koran, meskipun intensitasnya berbeda-beda, dan mayoritas mengakses Tribun News, Kompas, serta Tempo. Dari aspek sosial, responden memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai isu-isu seperti mafia tanah, ketidakadilan sosial, dan dinamika politik. Sementara itu, dalam aspek pendidikan, koran membantu meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan dunia pendidikan, tantangan guru, serta kesenjangan fasilitas belajar. Sebagian besar responden menilai bahwa bacaan koran memberikan perubahan signifikan terhadap pengetahuan, sikap, dan cara pandang mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya mengubah bentuk penyajian berita, tetapi juga memperluas fungsi koran sebagai media pembelajaran, penguatan literasi digital, serta agen pembentuk karakter dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, koran yang beradaptasi dengan platform digital tetap relevan sebagai instrumen edukatif dan media perubahan sosial di era globalisasi informasi.
Copyrights © 2025