Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai integritas, etika, dan spiritualitas dihayati dan terwujud dalam praktik akuntansi pada UMKM MOUKA di Kabupaten Sidenreng Rappang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman, keyakinan, serta praktik keseharian pemilik dan karyawan dalam mengelola aktivitas bisnis dan pencatatan keuangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas dipahami sebagai kejujuran dan keterbukaan dalam setiap keputusan akuntansi, ditunjukkan melalui pencatatan transaksi yang transparan serta evaluasi bersama ketika terjadi kekeliruan. Etika tercermin dalam relasi kerja yang menjunjung keadilan, kesantunan, serta tanggung jawab sosial kepada pelanggan dan karyawan. Sementara itu, spiritualitas hadir sebagai landasan moral yang mengarahkan praktik bisnis, antara lain melalui penghentian operasional saat waktu salat dan keyakinan bahwa keberhasilan usaha merupakan bagian dari keberkahan. Ketiga nilai tersebut saling berkelindan dan membentuk praktik akuntansi berbasis nilai, yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada makna, keberkahan, dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menegaskan bahwa akuntansi pada UMKM MOUKA tidak sekadar menjadi alat teknis, tetapi berfungsi sebagai praktik sosial dan spiritual yang memuat nilai-nilai moral, sehingga berkontribusi pada tumbuhnya kepercayaan publik dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025