Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi akibat keberadaannya pada zona pertemuan lempeng tektonik. Kecamatan Berbah, yang dilalui oleh Sesar Opak sebagai struktur aktif utama, memiliki tingkat kerawanan gempabumi yang signifikan. Untuk memahami potensi bahaya seismik di wilayah tersebut, penelitian ini mengestimasi nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration/PGA) pada batuan dasar dan permukaan menggunakan rumus atenuasi McGuire (1977), yang sesuai untuk zona subduksi dan wilayah dengan dominasi gempa dangkal hingga menengah. Estimasi dilakukan menggunakan 110 titik pengamatan dengan jarak antar titik ±900 meter, berdasarkan parameter gempabumi Yogyakarta tahun 2006 bermagnitudo 6,3 Mw. Hasil pemodelan menunjukkan nilai PGA berkisar antara 32,3 hingga 37,4 gal dengan pola gradasi yang meningkat dari utara ke selatan. Bagian selatan Berbah memiliki nilai PGA tertinggi akibat kedekatannya dengan Sesar Opak serta keberadaan sedimen permukaan yang lebih lepas sehingga memperkuat amplifikasi gelombang seismik. Sementara itu, bagian utara menunjukkan nilai PGA lebih rendah karena didominasi litologi vulkanik muda Merapi yang lebih kompak. Temuan ini menegaskan pentingnya kajian geologi lokal dalam pemetaan bahaya seismik serta perlunya prioritas mitigasi pada wilayah selatan Kecamatan Berbah.
Copyrights © 2025