Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, financial distress, dan cash holding terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2022. Profitabilitas diproksikan dengan Return on Equity, financial distress diukur menggunakan Altman Z-Score, dan cash holding diukur melalui rasio kas terhadap total aset. Nilai perusahaan diproksikan menggunakan Price to Book Value. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga diperoleh 40 perusahaan sebagai sampel. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan financial distress berpengaruh negatif signifikan. Cash holding tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa investor lebih mempertimbangkan kinerja laba dan kondisi keuangan perusahaan dibandingkan tingkat kepemilikan kas dalam menilai nilai perusahaan manufaktur.
Copyrights © 2025