Pendidikan dan kewirausahaan dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan melalui studi pada usaha ternak ayam kampung KUB (Kampung Unggul Balitbangtan). Berlandaskan human capital theory, pendidikan kewirausahaan diposisikan sebagai proses terencana yang mengasah berpikir kritis, perilaku etis, dan adaptabilitas, serta diwujudkan secara aplikatif melalui praktik wirausaha. Metode yang digunakan meliputi pemetaan masalah, pendampingan teknis manajemen pakan–kandang, serta strategi pemasaran direct selling dan pemanfaatan media sosial lokal. Hasil menunjukkan kelayakan finansial dengan total modal Rp2.275.000, omzet Rp4.050.000, dan laba bersih Rp1.775.000 (±43,9%) dalam satu siklus pemeliharaan 70–90 hari; keunggulan ditopang efisiensi pakan, manajemen perawatan, dan ketahanan penyakit, sementara tantangan utama meliputi pertumbuhan relatif lebih lambat, kebutuhan perawatan intensif, serta dominasi biaya pakan (60–70%). Dampak sosial–ekologis positif teridentifikasi melalui peningkatan keterampilan, penguatan jejaring kelompok ternak, penciptaan kerja, pengurangan limbah organik, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Implikasi kebijakan menegaskan pentingnya model usaha berbasis efisiensi pakan dan diversifikasi produk, terintegrasi dengan pelatihan berkelanjutan, pendampingan, dan pemasaran digital untuk memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi desa.
Copyrights © 2025