Pemanfaatan batugamping sebagai bahan baku kapur pertanian (kaptan) di Desa Wawatu belum berjalan optimal, meskipun sumber daya tersebut melimpah dan berperan penting dalam meningkatkan pH tanah serta produktivitas pertanian. Pemahaman petani mengenai manfaat pengapuran, teknik sederhana pengolahan batugamping, dan metode aplikasinya di lahan masih terbatas, sehingga batugamping lokal belum memberikan nilai tambah bagi peningkatan hasil pertanian. Program kemitraan masyarakat ini dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut melalui sosialisasi, pelatihan teknis, dan pendampingan dalam proses pengolahan batugamping menjadi kaptan. Kegiatan ini membekali petani dengan pengetahuan agronomis tentang fungsi kaptan serta keterampilan praktis mulai dari tahap pengolahan hingga penerapannya di lahan pertanian. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas petani melalui pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal mampu mendorong pemanfaatan sumber daya mineral secara mandiri, memperbaiki kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada input eksternal, dan meningkatkan keberlanjutan usaha pertanian. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi sumber daya lokal melalui pelatihan terstruktur merupakan strategi efektif untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Wawatu.
Copyrights © 2025