Stigma terhadap warga binaan dan mantan narapidana masih menjadi masalah sosial serius di Indonesia. Stigma ini akhirnya menghambat proses reintegrasi sosial para mantan narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi brand communication dan manajemen stigma yang selaras dengan Teori Komunikasi Manajemen Stigma dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan melalui program Kampung PAS (Produktif, Aman, Sejahtera) di Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis, dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi kegiatan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung PAS berhasil mengurangi stigma negatif terhadap warga binaan dengan mengintegrasikan kegiatan ekonomi kreatif dan sosial, seperti penjualan produk dan pertunjukan seni, serta memanfaatkan brand communication yang mencakup identitas merek, storytelling, dan interaksi dua arah. Komunikasi manajemen stigma diterapkan melalui pengelolaan stigma dengan pendekatan pengabaian, penerimaan, penegasan, dan perjuangan. Program Kampung PAS berhasil meningkatkan reintegrasi sosial bagi mantan narapidana, mengurangi stigma sosial, serta membuka peluang mereka untuk berkontribusi positif kepada masyarakat. Program PAS menjadi model efektif dalam mempercepat proses reintegrasi sosial melalui pemberdayaan ekonomi dan komunikasi yang inklusif.
Copyrights © 2025