Mengetahui semakin menurunnya jumlah pelaku usaha tempe di kampung tempe ini penelitian ini memanfaatkan analisis SWOT sebagai alat untuk mengidentifikasi aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan UMKM tempe ini dan juga sebagai alat bantu untuk melihat apa saja kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh pelaku UMKM tempe di era modern ini. Dari hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menggali apa saja strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM tempe ini dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usaha tempe ini agar tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, proses analisis data dilakukan dengan pendekatan interpretatif. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwasanya hasil perhitungan menunjukkan bahwa UMKM berada di kuadran I yaitu strateginya adalah aggresive strategy atau strategi SO (Strengthss – Opportunities), maka strategi yang dapat digunakan atau disarankan untuk UMKM ini adalah : 1) Buat brand camilan kekinian dari tempe dengan kemasan menarik dan rasa yang lebih variatif . 2) Buka toko online di Shopee dan Tokopedia serta begabung dengan platform GoFood dan GrabFood dengan produk value pack 3) Rekrut warga sekitar (tetangga), lalu ikutkan pelatihan online/offline dari dinas pemerintah untuk peningkatan mutu SDM dan produktivitas tenaga kerja 4) Tawarkan paket kerjasama “Langganan Tempe Harian” untuk katering atau UMKM lain, dengan pengantaran rutin dan potongan harga khusus pelanggan tetap. 5) Cari reseller diaspora lewat komunitas Indonesia di luar negeri (Facebook Group / Saluran WhatsApp), lalu kirim produk beku melalui jasa ekspedisi frozen yang sudah bekerja sama.
Copyrights © 2025