Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh variabel inflasi dan nilai tukar terhadap pergerakan harga saham. Data inflasi diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik, sementara indikator nilai tukar yang digunakan adalah kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD). Harga saham yang dianalisis dalam studi ini adalah harga penutupan (closing price). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 14 perusahaan sektor perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel. Periode observasi mencakup tahun 2020 hingga 2024, dengan teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa secara parsial, inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, begitu pula nilai tukar. Secara simultan, kedua variabel tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham.
Copyrights © 2025