Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menuntut penyediaan akses internet yang stabil, aman, dan terkelola dengan baik, terutama di lingkungan usaha seperti Toko Masempo di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu. Permasalahan utama yang dihadapi toko tersebut adalah pembagian bandwidth internet yang tidak merata karena penggunaan satu password untuk semua perangkat, sehingga menyebabkan gangguan koneksi saat terjadi penggunaan intensif seperti streaming atau download. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem jaringan hotspot menggunakan router MikroTik RB941-2nD (hAP-mini) guna mengatasi permasalahan tersebut melalui manajemen bandwidth dan autentikasi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Action Research dengan pendekatan Network Design Life Cycle (NDLC) yang mencakup tahapan analisis, perancangan, simulasi prototipe, implementasi, pemantauan, dan manajemen. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem hotspot berhasil membagi akses internet secara adil dengan memberikan kuota bandwidth sebesar 1 Mbps untuk upload dan 2 Mbps untuk download per pengguna. Pengujian menggunakan speed test mengonfirmasi bahwa kecepatan internet per pengguna sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan. Selain itu, setiap pengguna memiliki akun unik (username dan password), sehingga meningkatkan keamanan dan kontrol jaringan. Dengan demikian, sistem jaringan hotspot berbasis MikroTik ini layak dan efektif diterapkan di Toko Masempo untuk mendukung operasional bisnis yang lebih efisien dan terkelola.
Copyrights © 2025