Pengelolaan sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin mendesak, termasuk di Indonesia. Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat menyebabkan volume sampah meningkat, sementara sistem pengelolaan sampah di berbagai daerah belum memadai. Di Universitas Tanjungpura (UNTAN), tantangan pengelolaan sampah masih dirasakan, terutama dalam hal pemilahan jenis sampah. Meskipun komunitas bank sampah UNTAN telah aktif dalam pengumpulan dan daur ulang sampah, partisipasi masyarakat masih rendah karena kurangnya insentif. Penelitian ini mengusulkan sistem Smart Waste ATM berbasis mikrokontroler ESP32 untuk mendorong masyarakat memilah sampah dengan memberikan poin sebagai bentuk penghargaan. Sistem ini mengidentifikasi pengguna melalui kartu RFID, mengklasifikasikan jenis sampah plastik atau logam menggunakan sensor kapasitif dan induktif, serta menghitung berat sampah menggunakan sensor load cell untuk menentukan poin. Data dikirim ke server melalui Wi-Fi dan ditampilkan di website. Sensor ultrasonik digunakan untuk memantau ketinggian sampah dan mengirim notifikasi ke Telegram saat wadah sampah penuh. Hasil pengujian menunjukkan klasifikasi jenis sampah berjalan akurat, dengan rata-rata error pengukuran berat 7,72%. Sensor ultrasonik menunjukkan error 9,89% pada wadah logam dan 11,01% pada wadah plastik. Sistem dinyatakan berhasil dan efektif dalam menjalankan seluruh fungsi yang dirancang.
Copyrights © 2025