Studi ini menganalisis dinamika ekonomi Jepang pada periode Januari 2022–Juni 2024 melalui pendekatan state-led development theory untuk memahami bagaimana negara mempertahankan peran sentral dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Penelitian ini menggunakan analisis konten terhadap artikel berita daring guna mengidentifikasi strategi pemerintah Jepang dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya melalui kebijakan moneter ultra-longgar, penguatan sektor industri strategis, dan langkah-langkah economic security. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun Jepang menghadapi tekanan berupa pelemahan yen, inflasi impor, dan risiko distorsi pasar akibat intervensi Bank of Japan, negara tetap memprioritaskan intervensi aktif demi mempertahankan daya saing industri dan stabilitas makroekonomi. Penelitian ini juga menemukan bahwa perubahan kebijakan moneter Jepang berdampak signifikan pada dinamika ekonomi-politik Asia Timur, termasuk fluktuasi nilai tukar regional, aliran modal, dan kompetisi kebijakan antara Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Secara keseluruhan, hasil studi menegaskan bahwa model state-led development tetap relevan namun membutuhkan adaptasi terhadap tantangan ekonomi modern.
Copyrights © 2024