Studi ini menganalisis krisis migrasi di Lampedusa melalui perspektif keamanan multidimensi dengan menggunakan kerangka sekuritisasi Barry Buzan. Arus masuk migran melalui Mediterania Tengah, terutama dari Afrika Utara, menunjukkan kerumitan migrasi ilegal yang dipengaruhi faktor sejarah, politik, dan sosial-ekonomi. Respons Italia—mulai dari penguatan kontrol perbatasan, kerja sama dengan Libya, hingga keterlibatan dalam kebijakan Uni Eropa, menunjukkan bagaimana migrasi dikonstruksikan sebagai ancaman eksistensial yang mencakup dimensi militer, ekonomi, sosial, lingkungan, dan politik. Krisis kemanusiaan di Lampedusa, diperburuk oleh fasilitas yang padat dan minimnya layanan dasar, turut memicu ketegangan politik di Italia dan di tingkat Uni Eropa. Inisiatif Uni Eropa, termasuk rencana aksi 10 poin pada 2023, menekankan perlunya pembagian tanggung jawab dan peningkatan kerja sama dengan negara asal dan transit migran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan krisis memerlukan pendekatan holistik yang menargetkan akar penyebab migrasi serta menyeimbangkan prioritas keamanan nasional dengan kewajiban internasional. Hal ini menunjukkan dinamika antara kepentingan nasional dan integrasi Eropa dalam membentuk tata kelola migrasi.
Copyrights © 2024