Penelitian ini menganalisis politik ekonomi remitansi di Filipina periode 2015-2024 dengan fokus pada peran pekerja migran dalam stabilitas perekonomian nasional dan kebijakan diplomasi tenaga kerja. Menggunakan kerangka Ekonomi Politik Internasional (IPE) yang dikombinasikan dengan New Economics of Labor Migration (NELM) dan teori Labor/Diaspora Diplomacy, studi ini menemukan bahwa remitansi telah menjadi pilar fundamental ekonomi Filipina dengan kontribusi rata-rata 9-10% terhadap GDP. Namun, ketergantungan struktural ini menciptakan paradoks: sementara remitansi menstabilkan ekonomi makro dan mengurangi kemiskinan, kebijakan ekspor tenaga kerja justru melanggengkan ketidakmampuan negara menciptakan lapangan kerja domestik yang memadai. Diplomasi tenaga kerja Filipina, meskipun telah berkembang menjadi instrumen penting dalam hubungan bilateral, lebih berfungsi sebagai mekanisme reaktif untuk proteksi pekerja migran daripada strategi transformatif untuk mengubah ketergantungan struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa politik ekonomi remitansi Filipina mencerminkan instrumentalisasi strategis migrasi tenaga kerja, namun menghadapi dilema antara kepentingan ekonomi jangka pendek dan pembangunan berkelanjutan jangka panjang.
Copyrights © 2025