Abstrak. Pesantren sebagai komunitas residensial berpotensi menjadi sumber timbulan sampah yang signifikan. Permasalahan utama di Pesantren Syekh Hasan Yamani adalah rendahnya kesadaran lingkungan dan belum adanya sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, sehingga sampah hanya dikumpulkan dan dibakar tanpa pemilahan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri dalam pengelolaan sampah melalui edukasi dan implementasi sistem bank sampah, serta menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan motivasi santri pasca-intervensi. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) selama 3 bulan, meliputi tahap: (1) observasi dan koordinasi; (2) edukasi melalui ceramah interaktif, FGD, dan demonstrasi; (3) implementasi bank sampah dengan pembentukan struktur organisasi dan penyediaan sarana; serta (4) pendampingan dan monitoring. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test pada 50 responden santri. Model intervensi yang mengintegrasikan pendekatan edukasi konvensional dengan nilai-nilai keislaman dan implementasi sistem bank sampah terbukti efektif dalam membentuk perilaku pro-lingkungan dan menciptakan tata kelolasampah yang berkelanjutan di pesantren. Program ini berhasil menciptakan environmental citizenship pada santri yang selaras dengan karakter religius. Replikasi model ini direkomendasikan untuk pesantren lain dengan adaptasi konteks lokal. Kata Kunci: bank sampah, pesantren, edukasi lingkungan, participatory action research, perilaku pro-lingkungan
Copyrights © 2025