Hadis, yang memuat perkataan, tindakan, atau keputusan Nabi, tidak muncul tanpa latar belakang. Perubahan dan perbedaan kondisi setelah hadis muncul secara tidak langsung memengaruhi tingkat keasliannya. Oleh karena itu, mengembangkan cara memahami hadis dan mengadaptasi pemahamannya dengan situasi kontemporer menjadi krusial. Yusuf Al-Qaradawi dan KH Ali Mustafa Ya'qub adalah dua tokoh terkemuka dalam studi hadis kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metodologi pemahaman hadis kedua tokoh tersebut dan menganalisis persamaan serta perbedaan metodologinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yusuf Al-Qaradawi dikenal dengan pendekatannya yang berbasis pada maqāṣid al-sharī'ah (tujuan hukum Islam), sementara KH Ali Mustafa Ya'qub menekankan keaslian hadis melalui kritik sanad dan matan. Pemikiran keduanya menjadi inspirasi bagi akademisi dan ulama kontemporer untuk senantiasa menjaga kemurnian hadis sekaligus menghidupkannya sebagai sumber nilai moral, sosial, dan spiritual.
Copyrights © 2025