Riset ini bertujuan untuk mengkaji dampak Ukuran Perusahaan, Debt Default, dan Audit Tenure pada Opini Audit Going Concern. Sasaran riset ini yaitu 27 perusahaan BUMN tercatat di Bursa Efek Indonesia dalam rentang waktu 2021 hingga 2024. Metode purposive sampling dimanfaatkan pada pemilihan sampel, yaitu menggunakan kriteria khusus untuk memastikan kesesuaian data dengan sasaran penelitian. Setelah proses seleksi, 26 perusahaan memenuhi syarat sebagai sampel, menghasilkan total 104 data observasi selama empat tahun masa pengamatan. Data dianalisis dengan memakai regresi logistik yang dilakukan melalui IBM SPSS versi 31. Temuan riset mengindikasikan bahwa Ukuran Perusahaan dan Debt Default memiliki pengaruh pada Opini Audit Going Concern. Sebaliknya, Audit Tenure tidak memiliki pengaruh pada opini audit Going Concern. Studi ini memiliki keterbatasan karena terfokus pada sampel perusahaan BUMN. Pembatasan ini dapat mengurangi generalisasi hasil, sebab karakteristik BUMN (seperti dukungan pemerintah dan struktur tata kelola yang berbeda) mungkin tidak representatif untuk perusahaan swasta atau entitas bisnis lainnya. Oleh karena itu, perlu pertimbangan cermat jika temuan ini diterapkan pada konteks yang lebih luas. Implikasi dari penelitian ini menyoroti krusialnya penerapan manajemen keuangan yang efektif di perusahaan, terutama dalam mencegah kondisi gagal bayar, yang dapat meningkatkan probabilitas diterimanya opini audit Going Concern.
Copyrights © 2025