Penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial oleh generasi muda sebagai sarana berekspresi, berinteraksi, dan mengembangkan usaha, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan media sosial memengaruhi minat berwirausaha generasi Z di bidang seni dan budaya, dengan fokus pada komunitas Rumah BUMN Bukittinggi sebagai studi kasus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital terhadap konten dan aktivitas wirausaha berbasis seni dan budaya yang dilakukan oleh anggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi dan promosi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk memulai usaha. Generasi Z dalam komunitas ini memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk membangun identitas usaha, memperluas jejaring, serta menciptakan pasar digital yang responsif terhadap produk kreatif lokal. Minat berwirausaha mereka dipengaruhi oleh kemudahan akses informasi, eksposur terhadap figur wirausaha muda, dan dukungan komunitas yang aktif di ranah digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk semangat wirausaha generasi muda, khususnya pada sektor seni dan budaya yang memerlukan pendekatan kreatif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital dan program pendampingan wirausaha berbasis komunitas untuk mendukung pemberdayaan generasi Z dalam ekonomi kreatif. Hasil studi ini juga dapat menjadi landasan bagi penyusunan strategi kebijakan lokal dalam mendorong wirausaha muda berbasis seni dan budaya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Copyrights © 2025