Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan serta strategi peningkatan efisiensi rantai pasok perikanan di Kabupaten Alor. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan, memperluas akses pasar, serta mendorong kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada penentuan prioritas strategi pengembangan sektor perikanan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi terkait. Analisis AHP digunakan untuk menentukan tingkat prioritas dari setiap kriteria yang berpengaruh terhadap efisiensi rantai pasok perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria alur pasok memiliki bobot tertinggi sebagai prioritas utama dalam pengembangan rantai pasok perikanan di Kabupaten Alor. Subkriteria yang paling dominan adalah nelayan sebagai produsen utama, karena nelayan merupakan titik awal yang menentukan kelancaran rantai pasok. Faktor pendukung lain seperti distribusi, kebijakan pemerintah, dan akses pasar juga terbukti berpengaruh signifikan dalam memperkuat sistem rantai pasok. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan armada dan teknologi penangkapan, minimnya fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), serta akses distribusi yang belum optimal menuju wilayah di luar daerah. Dengan demikian, penerapan metode AHP terbukti efektif dalam menentukan prioritas strategi pengembangan rantai pasok perikanan di Kabupaten Alor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025