Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, dan di Kabupaten Bandung mayoritas penduduknya adalah suku Sunda, di mana nilai-nilai budaya lokal sangat memengaruhi gaya hidup, kebiasaan makan, aktivitas sehari-hari, dan persepsi terhadap kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan, perilaku, dan perspektif lansia suku Sunda dalam menjalani kehidupan dengan hipertensi serta memahami bagaimana nilai-nilai budaya membentuk strategi coping dan pengelolaan penyakit kronis. . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku, kebiasaan, dan makna subjektif pengalaman partisipan. Hasil menunjukkan bahwa lansia menjalani kehidupan yang sederhana dengan dukungan keluarga dan komunitas, memaknai hipertensi sebagai penyakit yang harus dijaga melalui pengendalian pola makan, aktivitas fisik ringan, serta rutinitas ibadah, dan menggabungkan pendekatan rasional serta spiritual dalam pengobatan. Nilai budaya Sunda seperti narima, sabar, dan ikhlas menjadi kekuatan psikososial yang menjaga keseimbangan hidup mereka. Pentingnya dukungan keluarga dan pendekatan kesehatan berbasis budaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengelolaan hipertensi secara proaktif pada lansia.
Copyrights © 2025