ABSTRAKUsahatani jagung secara inheren menghadapi berbagai risiko, terutama yang berkaitan dengan variabilitas produksi dan fluktuasi harga, yang berdampak langsung pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi, risiko harga, serta tingkat pendapatan petani jagung di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan petani sampel dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling sebanyak 36 petani dari populasi 184 petani jagung. Pengumpulan data primer dilakukan pada April 2024, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel utama penelitian mencakup risiko produksi, risiko harga, dan pendapatan usahatani jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi maupun risiko harga jagung tergolong rendah, dengan pendapatan rata-rata petani sebesar Rp 1.343.505 per hektar.Kata kunci: pendapatan, risiko produksi dan harga, usahatani jagung
Copyrights © 2025