ABSTRAKHutan berperan penting sebagai paru-paru dunia dengan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang berfungsi strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, peningkatan jumlah penduduk mendorong konversi lahan, sehingga mengancam keberlanjutan hutan. Analisis menggunakan pendekatan K-Means Clustering menunjukkan bahwa 16 kabupaten/kota di NTT memiliki potensi hutan lindung dan hutan produksi yang kecil. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan potensi kecil melalui program rehabilitasi hutan dan pencegahan konversi lahan. Sementara itu, wilayah dengan potensi hutan yang besar direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai pusat pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan berkelanjutan.Kata kunci: K-Means Clustering, Hutan Lindung, Hutan Produksi, Nusa Tenggara Timur, Potensi HutanÂ
Copyrights © 2025