ABSTRAKPenelitian bertujuan menganalisis persepsi risiko peternak broiler, mengidentifikasi risiko dominan melalui pendekatan House of Risk (HOR), serta merumuskan strategi mitigasi berbasis solusi Climate-Smart Agriculture (CSA). Data dikumpulkan dari 76 peternak broiler melalui survei lapangan yang dipilih secara purposif dengan kriteria, menjalankan usaha peternakan broiler secara mandiri, tidak terafiliasi dengan perusahaan inti (non-kemitraan penuh), dan telah beroperasi minimal selama satu siklus produksi. Hasil menunjukkan 77,63% peternak mempersepsikan risiko usaha pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Lima risiko utama yang sering dihadapi adalah: penyakit ternak (28,21%), kematian ternak (25,64%), cuaca ekstrem (18,97%), perubahan harga jual (17,95%), dan kekurangan pakan (9,23%). Sebanyak 89,47% peternak mengalami kerugian setiap tahun, dengan 64,47% menyatakan dampak risiko sangat besar terhadap kelangsungan usaha. Rekomendasi strategi mencakup penerapan biosekuriti digital, sistem monitoring mikroklimat berbasis IoT, asuransi ternak berbasis indeks cuaca, serta pakan berkelanjutan berbasis limbah lokal. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi kebijakan pengembangan peternakan tropis berkelanjutan.Kata Kunci: Persepsi risiko, Ayam broiler, House of Risk, Climate-Smart Agriculture, Peternakan digital, Peternak skala kecil
Copyrights © 2025