Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan bahasa isyarat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai Divisi SDM dan Hukum dalam berinteraksi dengan pegawai tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, di mana peserta diberikan pretest sebelum pelatihan dan posttest setelah pelatihan untuk melihat perubahan kemampuan secara langsung. Pelatihan diikuti oleh enam pegawai yang mendapatkan materi mengenai prinsip komunikasi dengan tunarungu, penggunaan alfabet jari atau finger spelling, pengenalan kosakata dasar BISINDO/SIBI, praktik gerakan tangan, serta simulasi komunikasi di situasi kerja yang sering ditemui dalam pelayanan maupun koordinasi internal. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen tes yang disusun untuk menilai aspek pengetahuan dan keterampilan dasar bahasa isyarat yang relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Data hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,33 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest dengan nilai signifikansi p = 0,017. Ukuran efek menggunakan Cohen’s d sebesar 1,429 menunjukkan kategori efek besar, sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kompetensi peserta. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa isyarat efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dasar pegawai. Pelatihan ini berpotensi mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, serta mendorong interaksi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pegawai tunarungu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi untuk melaksanakan pelatihan lanjutan atau program serupa guna memperkuat kompetensi komunikasi pegawai di masa mendatang.
Copyrights © 2025