Sistem pembayaran digital berbasis teknologi seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini menjadi tren yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). QRIS diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan dan efisiensi transaksi, namun pada praktiknya, masih banyak UMKM yang belum mengoptimalkan penggunaannya karena berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan faktor kebiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM di Kota Bandar Lampung yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang dipilih dengan Teknik Quota Sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention. Nilai t-hitung untuk performance expectancy, effort expectancy, dan social influence masing-masing lebih besar dari t-tabel dengan signifikansi < 0,05, menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik dalam mendorong niat penggunaan QRIS.
Copyrights © 2025