Penelitian ini mengevaluasi dampak dari pertumbuhan ekonomi, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), dan upah minimum provinsi (UMP) terhadap tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi-provinsi yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia pada periode 2014 hingga 2020, dengan memanfaatkan data panel dari 5 provinsi dan 35 observasi. Model ini diestimasi menggunakan regresi panel, dan pemilihan model dilakukan melalui uji Chow dan Hausman, yang menunjukkan bahwa model efek acak lebih tepat digunakan. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi, TPAK, dan UMP memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, yang berarti peningkatan ketiga variabel ini cenderung mengurangi angka pengangguran di provinsi dengan TPT yang tinggi. Secara keseluruhan, ketiga variabel ini mampu menjelaskan sekitar 58% variasi TPT, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor makroekonomi dan ketenagakerjaan memainkan peran penting dalam dinamika pengangguran di tingkat regional. Hasil ini menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas serta partisipasi tenaga kerja, dan penetapan UMP yang seimbang untuk mengurangi tingkat pengangguran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025