Penelitian ini menganalisis dampak etos kerja (X1) dan etika kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) di Perusahaan EL, didorong oleh adanya fenomena seperti kurangnya tanggung jawab dan kedisiplinan moral yang dikhawatirkan dapat mengurangi produktivitas. Menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 44 responden aktif Perusahaan EL yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa meskipun persepsi karyawan terhadap etos kerja dan etika kerja berada pada tingkat yang sangat tinggi (nilai rata-rata 22,93 untuk kedua variabel), kinerja karyawan menunjukkan tingkat keragaman yang signifikan dengan skor yang tidak merata (nilai rata-rata 19,75 dan standar deviasi 3,877). Namun, hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa etos kerja (Sig. 0,832) dan etika kerja (Sig. 0,407), baik secara parsial maupun simultan (Sig. 0,695), tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menolak ketiga hipotesis yang diajukan dan mengindikasikan bahwa model penelitian ini hanya mampu menjelaskan 1,8% variasi kinerja (R Square = 0,018), menegaskan bahwa faktor-faktor lain di luar nilai kerja dan etika, seperti kompensasi, lingkungan kerja, atau gaya kepemimpinan, kemungkinan besar memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan tinggi-rendahnya kinerja karyawan di Perusahaan EL.
Copyrights © 2026