Penelitian ini muncul dari kondisi faktual di Sogok Ontong Kopi, di mana pengembangan barista masih berlangsung secara informal meskipun barista memegang peran sentral dalam menjaga mutu seduhan dan keberlangsungan daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana proses pengembangan barista dijalankan, sekaligus menilai pengaruhnya terhadap kualitas produk dan posisi kompetitif kedai. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada aktivitas harian sebuah UMKM kopi yang memiliki ciri khas: fasilitas sederhana, tanpa pelatihan formal, namun mampu mempertahankan konsistensi rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan barista terbentuk melalui pengalaman langsung, bimbingan pemilik, serta kebiasaan menerapkan SOP, sehingga kualitas seduhan tetap stabil. Pelayanan yang hangat dan interaksi personal antara barista dan pelanggan menciptakan nilai pembeda yang sulit ditiru, sementara karakter rasa dan harga yang terjangkau memperkuat daya saing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi solusi yang relevan bagi UMKM dalam membangun keterampilan barista tanpa ketergantungan pada pelatihan formal. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya penyusunan pola pelatihan yang lebih terarah agar kualitas produk dan kekuatan kompetitif dapat terus dipertahankan di tengah persaingan industri kopi yang semakin ketat.
Copyrights © 2026