Katarak adalah penyebab utama kebutaan global yang insidensinya dipengaruhi kuat oleh penyakit sistemik kronis. Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi (HT) diakui sebagai faktor risiko independen. Namun, peran spesifik dan efek sinergis dari komorbiditas kedua kondisi ini terhadap kejadian dan keparahan katarak memerlukan sintesis bukti yang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk enganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh koeksistensi Diabetes Mellitus dan Hipertensi sebagai komorbiditas terhadap kejadian katarak. Systematic review ini dilakukan berdasarkan panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik utama (termasuk PubMed dan ScienceDirect) menggunakan kombinasi kata kunci yang relevan. Sebelas (N=10) studi yang relevan, termasuk studi observasional dan tinjauan literatur, dianalisis untuk sintesis naratif dan kualitatif. Tinjauan ini mengonfirmasi DM sebagai pendorong etiologis utama katarak (meningkatkan risiko 2–5 kali lipat) melalui mekanisme jalur poliol dan stres oksidatif. Sementara itu, HT ditemukan sebagai faktor risiko independen yang paling sering terdeteksi secara numerik pada pasien yang menjalani operasi katarak, menunjukkan adanya beban vaskular yang signifikan. Temuan kunci menunjukkan bahwa komorbiditas DM dan HT adalah kategori penyakit sistemik yang paling banyak ditemukan pada pasien katarak matur yang dirujuk untuk pembedahan (prevalensi hingga 47.5% dalam beberapa sampel klinis). Hal ini mendukung adanya efek sinergis yang mempercepat opasitas lensa, di mana disfungsi vaskular akibat HT memperburuk kerusakan metabolik akibat DM. Komorbiditas Diabetes Mellitus dan Hipertensi merupakan kategori risiko yang dominan dan akseleratif terhadap perkembangan katarak. Oleh karena itu, strategi klinis harus mengedepankan manajemen terpadu yang agresif terhadap kedua kondisi ini secara simultan untuk memitigasi risiko kebutaan akibat katarak.
Copyrights © 2025