Pelabuhan di Indonesia memiliki peran vital dalam menopang sistem logistik nasional dan internasional, terutama karena lebih dari 90% volume perdagangan dunia diangkut melalui laut. Namun, masih banyak pelabuhan Indonesia menghadapi persoalan efisiensi operasional, seperti lamanya waktu tunggu kapal (waiting time), tingginya dwelling time, serta keterbatasan koordinasi antarpemangku kepentingan. Penerapan konsep Smart Port System berbasis Internet of Things (IoT) menjadi solusi inovatif dalam mendukung transformasi digital pelabuhan menuju era Port 4.0. Konsep ini memungkinkan peningkatan produktivitas, transparansi operasional, serta efisiensi energi melalui integrasi sistem digital, analitik data, dan automasi proses. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis yang menelaah berbagai publikasi ilmiah internasional dan nasional pada periode 2019–2025 mengenai implementasi Smart Port System. Fokus kajian mencakup identifikasi teknologi utama (sensor, RFID, AGV, TOS), dampak penerapan terhadap indikator kinerja pelabuhan (throughput, dwelling time, moves per crane per hour), serta hambatan implementasi di konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem pelabuhan pintar dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan: throughput meningkat 15–30%, dwelling time menurun 25–40%, produktivitas crane meningkat 20–35%, serta konsumsi energi turun 15–20%. Namun, efektivitas implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur digital, investasi, kebijakan regulatif, serta kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini merekomendasikan strategi bertahap implementasi Smart Port System di Indonesia, dimulai dari digitalisasi layanan administratif, penerapan IoT pada peralatan utama, hingga integrasi data analitik dan keamanan siber. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing pelabuhan nasional dan berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional. Kata Kunci: Smart Port, Internet of Things, efisiensi operasional, Pelabuhan, Port 4.0
Copyrights © 2025