Permasalahan utama penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara pertumbuhan aset perbankan syariah yang tinggi dan rendahnya tingkat literasi keuangan syariah nasional hanya 8,93% yang menjadi hambatan bagi konversi minat potensial menjadi nasabah riil. Tujuan studi ini adalah menguji pengaruh pemahaman bunga (riba) dan bagi hasil terhadap minat menjadi nasabah Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di kalangan akademisi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel jenuh total 37 dosen dan tenaga pendidik STAI Hubbulwathan, menggunakan analisis Partial Least Squares (PLS). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman bunga (riba) dan bagi hasil berpengaruh signifikan positif terhadap minat menjadi nasabah. Kedua variabel secara simultan menjelaskan 58.5% variasi minat. Kesadaran akan larangan riba dan pemahaman prinsip keadilan bagi hasil adalah motivasi kuat untuk memilih LKS. Implikasi penelitian ini mendukung Theory of Planned Behavior (TPB) dan menyarankan edukasi mendalam mengenai perbedaan konsep adalah strategi efektif LKS untuk meningkatkan inklusi. Originalitas terletak pada pendekatan komparatif konseptual yang menguji pengaruh ganda dari penolakan teologis (riba) dan daya tarik rasional ekonomi (bagi hasil) di lingkungan akademik. Lembaga Keuangan Syariah (LKS) disarankan untuk mengintensifkan upaya promosi dan edukasi, terutama melalui kanal digital, dengan fokus eksplisit pada keunggulan etis dan ekonomi bagi hasil dan bahaya riba. Edukasi harus bersifat komparatif, memperjelas perbedaan mendasar dari sistem konvensional.
Copyrights © 2025