Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik depresiasi dan penurunan nilai aset tetap yang diterapkan di Bengkel Astra Motor Maros, dengan fokus pada kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bengkel Astra Motor Maros memiliki sejumlah aset tetap yang digunakan dalam operasional, seperti bikelift, compressor, dan tire changer, pencatatan dan perhitungan depresiasi belum dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan ketentuan akuntansi yang dianjurkan. Proses depresiasi lebih mengutamakan perawatan rutin dan penggantian alat yang rusak, tanpa perhitungan penyusutan yang formal. Penentuan masa manfaat aset sudah mengacu pada petunjuk teknis produsen, namun nilai residu dan penyusutan tidak tercatat dengan jelas dalam laporan keuangan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik pengelolaan aset yang efisien dengan prinsip akuntansi formal. Penelitian ini menyarankan agar bengkel dan UMKM lainnya mengadopsi sistem pencatatan yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan aset tetap
Copyrights © 2025