Keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis dan efisiensi finansial, tetapi juga oleh perilaku individu dan kelompok dalam memanfaatkan sistem akuntansi sebagai instrumen pengendalian kinerja. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akuntansi keperilakuan dapat berperan dalam menciptakan kinerja organisasi yang berkelanjutan melalui pendekatan psikologis, sosial, dan motivasional. Dengan metode kajian pustaka, penelitian ini merangkum temuan-temuan empiris mengenai pengaruh partisipasi anggaran, komunikasi dua arah, insentif berbasis kinerja, dan dukungan manajemen terhadap perilaku karyawan dan kinerja organisasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi aspek keperilakuan dalam desain sistem akuntansi meningkatkan motivasi kerja, kolaborasi, akuntabilitas, serta kesejahteraan psikologis karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa akuntansi keperilakuan tidak hanya berfungsi sebagai alat pelaporan, tetapi menjadi fondasi penting dalam mempertahankan keberlanjutan organisasi melalui penciptaan lingkungan kerja produktif dan beretika
Copyrights © 2025