Transformasi sosial yang berlangsung cepat akibat digitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap identitas spiritual dan proses pembentukan iman pemuda gereja. Perubahan pola komunikasi, penetrasi nilai-nilai global, serta dinamika budaya populer menuntut gereja untuk merumuskan strategi pembinaan yang lebih kontekstual, relasional, dan holistik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur teologi pastoral, pendidikan Kristen, dan penelitian sosial mengenai perkembangan pemuda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembinaan pemuda membutuhkan pendekatan yang mencakup pendampingan relasional, penguatan spiritualitas, pembentukan karakter, serta pengembangan kepemimpinan. Gereja juga perlu mengintegrasikan media digital, pembelajaran kontekstual, dan keterlibatan lintas generasi sebagai strategi adaptif terhadap perubahan sosial. Dengan demikian, pembinaan pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan proses formasi yang menyeluruh untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi kompleksitas zaman.
Copyrights © 2025