Bullying berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) merupakan bentuk perundungan yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam mencegah terjadinya bullying SARA di sekolah melalui pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan isu keberagaman dan pencegahan perundungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi signifikan dalam membentuk pemahaman siswa tentang keberagaman, menumbuhkan sikap toleransi, empati, serta kesadaran terhadap hak setiap individu. Penerapan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, budaya sekolah inklusif, dan kebijakan anti-diskriminasi terbukti mampu mengurangi prasangka, stereotip negatif, serta potensi tindakan bullying berbasis identitas. Dengan demikian, pendidikan multikultural dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari perilaku diskriminatif.
Copyrights © 2025