Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi inhalasi dan fisioterapi dada sebagai intervensi nonfarmakologis pada balita dengan ISPA. Metode penelitian menggunakan systematic review dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar dan Portal Garuda. Kriteria inklusi meliputi penelitian kuasi-eksperimen atau studi kasus pada balita ISPA dengan intervensi inhalasi atau fisioterapi dada, serta artikel full text yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Berdasarkan proses seleksi dengan PRISMA, dari total 1.414 artikel yang ditemukan, terdapat 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam review ini. Hasil menunjukkan bahwa terapi inhalasi memberikan pengaruh dalam meningkatkan kenyamanan dan frekuensi napas balita, namun fisioterapi dada terbukti memberikan efek yang lebih kuat dan konsisten terhadap mobilisasi sekret dan efektivitas bersihan jalan napas. Dengan demikian, kedua intervensi bermanfaat dan dapat direkomendasikan sebagai pendekatan pendukung dalam penanganan ISPA pada balita.
Copyrights © 2025