Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit apabila Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak diterapkan secara optimal. Karakter kehidupan kolektif santri menuntut adanya pendekatan berbasis komunitas dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan PHBS berbasis komunitas di pesantren serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah lima artikel ilmiah relevan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir melalui Google Scholar, PubMed, dan DOAJ. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PHBS berbasis komunitas melalui edukasi kesehatan, pemberdayaan santri sebagai kader kesehatan, dukungan teman sebaya, serta penyediaan sarana sanitasi yang memadai terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku hidup bersih santri dan menurunkan risiko penyakit. Kendala utama yang masih ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas, kepadatan hunian, kebiasaan lama santri, serta kurang optimalnya pengawasan. Dengan demikian, PHBS berbasis komunitas merupakan strategi yang efektif dalam membangun budaya bersih di pesantren apabila disertai dengan dukungan pimpinan, keberlanjutan program, dan pemenuhan sarana pendukung.
Copyrights © 2025