Awal penyebaran keilmuan Islam di pesisir utara dan pedalaman Jawa Tengah memiliki rentang waktu berbeda. Di pesisir utara maÂsyaÂrakat menerima penyebaran lebih dahulu dibanding daerah pedalaman. Hal ini mengÂakibatÂkan perbedaan tingkat pemahaman di antara dua entitas masyarakat tersebut. PengÂajaran agama di pesisir utara didahului dengan pengajaran membaca al-Qur’an sebagai elemen penting dalam praktik keagamaan, dilanjutkan membaca dan menulis huruf Arab di rumah-rumah atau di mushalla. Anak-anak muda meÂlanÂjutkan belajar pengetahuan yang tingkatnya lebih tinggi, berupa naskah klasik berbahasa Arab dan tarekat Syattariyah. Karakter keÂilÂmuan Islam di pesisir utara Jawa Tengah memÂperÂliÂhatkan corak legalistik dan menjaga dari aspek mistisisme yang menyeÂsatÂkan. Sementara di daerah pedalaman Jawa Tengah pengajaran keÂilmuan Islam menekanÂkan aspek tarekat yang bercorak heterodoks. KeÂilmuan ini bermula dari ajaran Syaikh Siti Jenar dan pengaruh Hindu yang lama berakar pada masyarakat Jawa, sehingga keilmuan Islam berkarakter kurang memperhatikan aspek legalistik.
Copyrights © 2012