Wonosobo merupakan kabupaten yang mempunyai petensi besar di sektor Pertanian. Lebih dari 50% penduduk Kabupaten Wonosobo berprofesi sebagai petani. Isu tentang pertanian dan kesejahteraan petani selalu menjadi isu sentral ketika memasuki masa pemilihan kepala daerah. Di era otonomi daerah, setiap kepala daerah mempunyai kewenangan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan sesuai dengan potensi sumberdaya yang dimiliki. Tulisan ini merupakan suatu kajian analitik berdasarkan literatur yang bertujuan untuk mengupas sejauh mana pengaruh penerapan otonomi daerah di Kabupaten Wonosobo dalam hal kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan, serta memberi gambaran kelebihan serta kelemahan otonomi daerah dalam tata kelola pemerintahan di sektor pertanian. Adapun hasil kajian menunjukkan bahwa saat ini bahwa harmonisasi kepemimpinan dalam hal pengambilan kebijakan kepala daerah di Wonosobo belum berjalan sesuai harapan, ego dan gaya kepemimpinan menjadi alasan mengapa setiap pergantian periode cenderung berganti pula kebijakan yang dijalankan.
Copyrights © 2017