Studi ini menganalisis volatilitas imbal hasil saham Islam di empat negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura) dalam kaitannya dengan kebijakan suku bunga The Fed. Memanfaatkan data bulanan yang dikumpulkan dari Januari 2014 – Desember 2023 dengan menerapkan model GARCH (Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity) dan derivatifnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan suku bunga The Fed tidak signifikan terhadap imbal hasil saham Islam di keempat negara tersebut. Namun, volatilitas imbal hasil dipengaruhi secara signifikan oleh faktor-faktor lain, seperti varians lag dan perubahan residual dari periode sebelumnya, yang menunjukkan persistensi volatilitas. Hasil ini menunjukkan bahwa pasar saham Islam ASEAN memiliki karakteristik unik yang relatif tahan terhadap kebijakan suku bunga global, meskipun masih dipengaruhi oleh dinamika pasar domestik dan faktor historis. Studi ini berkontribusi untuk memberikan wawasan bagi para pembuat kebijakan dan investor mengenai pengelolaan volatilitas di pasar saham Islam. Pengembangan lebih lanjut dapat mencakup analisis di negara lain dan memperluas variabel ekonomi makro untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025