Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebahagiaan dalam perspektif Haidar Bagir, seorang pemikir kontemporer yang mengintegrasikan filsafat Islam, tasawuf, dan psikologi modern. Di tengah krisis makna yang melanda masyarakat modern, kebahagiaan kerap dipahami secara dangkal dan materialistik. Haidar Bagir menawarkan pendekatan yang lebih mendalam dan spiritual, memaknai kebahagiaan sebagai pencarian makna hidup, cinta, dan kedekatan dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta teknik analisis holistik dan deskriptif untuk memahami pemikiran Haidar Bagir secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan menurut Haidar Bagir tidak terletak pada kenikmatan fisik semata, tetapi pada kualitas relasi batiniah manusia dengan Tuhan dan sesama. Pertama, cinta menjadi prinsip fundamental yang menggerakkan manusia menuju kebahagiaan sejati. Kedua, kebahagiaan tidak tergantung pada materi, melainkan pada pencarian makna hidup. Ketiga, kedekatan dengan Tuhan melalui proses spiritual merupakan kunci utama dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki. Pemikiran Haidar Bagir menjadi relevan untuk menjawab kegelisahan eksistensial manusia modern, serta menawarkan jalan holistik menuju kebahagiaan sejati dalam bingkai filsafat Islam.
Copyrights © 2025