Peningkatan konsumsi daya pada pusat data global menempatkan efisiensi energi (performance-per-watt) sebagai metrik krusial dalam pemilihan prosesor server modern, terutama dalam lingkungan komputasi awan dan virtualisasi berbasis container. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparatif kinerja (throughput relatif) dan efisiensi energi () antara prosesor Intel Xeon 6 (arsitektur hybrid) dan AMD EPYC 9004 (arsitektur Zen 4 dengan 96 core) di bawah skenario peningkatan beban kerja container. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif simulatif berbasis data sekunder, mengimplementasikan model matematis yang mereplikasi degradasi kinerja dan peningkatan konsumsi daya seiring penambahan jumlah container (10 hingga 100). Hasil simulasi menunjukkan bahwa AMD EPYC 9004 unggul secara signifikan. Prosesor ini tidak hanya mempertahankan throughput absolut yang lebih tinggi di seluruh beban kerja ( hingga 463.30 pada 100 container), tetapi juga menunjukkan skalabilitas yang lebih baik (degradasi minimal dari ). Keunggulan kinerja ini menghasilkan Efisiensi Energi () yang superior (mencapai 2.47), yang membuktikan bahwa arsitektur berdensitas inti tinggi mampu mengkompensasi TDP yang sedikit lebih tinggi, memberikan rasio performance-per-watt yang lebih ekonomis. Disimpulkan bahwa AMD EPYC 9004 merupakan pilihan yang lebih optimal bagi pengelola data center yang mencari solusi kinerja tinggi yang stabil dan efisien energi untuk beban kerja virtualisasi yang intensif.
Copyrights © 2025