Dalam konteks musik gereja, menciptakan sebuah karya musik berupa lagu harus memiliki dasar utama dari kebenaran Firman Tuhan. Ini membantu jemaat untuk mengerti dan memahami ajaran Alkitab melalui nyanyian. Berdasarkan perspektif teologi Protestan, lagu rohani yang dinyanyikan di gereja seharusnya berdasarkan dari Firman Tuhan, bukan semata-mata atas emosional serta pengalaman pribadi yang tidak bisa dijadikan landasan utama iman Kekristenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkritisi lirik lagu Sejuta Rasa karya Army of God Worship dari perspektif teologi Protestan Injili. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks lirik, serta studi literatur teologi untuk menilai kesesuaian isi lagu dengan doktrin iman Kristen Protestan. Data utama berupa teks lirik lagu Sejuta Rasa, sedangkan data sekunder berasal dari Alkitab, buku teologi, dan literatur akademik tentang penyembahan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Sejuta Rasa adalah pujian yang menonjolkan aspek pengalaman emosional manusia terhadap hadirat Allah dan kurang menegaskan aspek objektif karya Allah dalam Kristus sebagaimana ditekankan dalam teologi Protestan yang mengedepankan dan memperhatikan pujian yang tetap berlandaskan Firman Tuhan dan kebenarannya.
Copyrights © 2025