Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor ekonomi yang paling dominan di Indonesia dan menjadi tumpuan utama bagi sebagian besar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Selain berperan sebagai penyerap tenaga kerja hingga mencapai 90% dibandingkan usaha besar, UMKM juga berkontribusi dalam memperkenalkan produk lokal ke pasar global. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan sektor UMKM memiliki dampak strategis terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika kebijakan pemerintah. Penelitian ini berfokus pada pengaruh kebijakan fiskal berdasarkan KMK No. 276 Tahun 2025 terhadap resiliensi dan kinerja keuangan UMKM. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi, penelitian dilakukan pada sampel UMKM yang terdampak langsung oleh implementasi kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal memiliki pengaruh signifikan terhadap resiliensi UMKM, ditunjukkan dengan nilai R = 0.589 dan R² = 0.985. Persamaan regresi Y = 11.491 + 0.047X + ε menggambarkan bahwa peningkatan efektivitas kebijakan akan meningkatkan kemampuan UMKM untuk bertahan dalam kondisi yang berubah-ubah. Selain itu, kebijakan fiskal juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM dengan nilai R = 0.432 dan R² = 0.998, melalui persamaan regresi Y = 8.075 + 0.047X + ε. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang tepat sasaran mampu mendorong peningkatan stabilitas dan pertumbuhan finansial UMKM. Dengan demikian, KMK No. 276 Tahun 2025 layak untuk diperkuat dan diperluas agar memberikan dampak yang lebih merata dan berkelanjutan bagi sektor UMKM di tingkat nasional.
Copyrights © 2026