Penelitian ini menganalisis perilaku konsumen dalam memilih layanan kesehatan dengan menyoroti ketegangan antara kebutuhan medis objektif dan kecenderungan moral hazard yang dipengaruhi oleh gaya hidup modern. Melalui pendekatan meta-analisis terhadap berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional, penelitian ini mengintegrasikan temuan empiris terkait pola konsumsi layanan kesehatan, dinamika moral hazard pada pasien maupun penyedia layanan, serta peran gaya hidup dalam meningkatkan kebutuhan medis. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan konsumen tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan klinis yang rasional, tetapi juga oleh persepsi terhadap kualitas layanan, aspirasi status sosial, preferensi gaya hidup, serta perlindungan finansial yang diberikan oleh skema asuransi kesehatan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi munculnya moral hazard, yang terlihat dari meningkatnya konsumsi layanan kesehatan yang tidak mendesak, melemahnya komitmen terhadap upaya pencegahan penyakit, serta praktik supplier-induced demand oleh penyedia layanan. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, dan stres kronis terbukti meningkatkan risiko penyakit tidak menular, sehingga memperbesar ketergantungan pada layanan kesehatan dan memperparah potensi moral hazard. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku konsumen, gaya hidup, dan sistem pembiayaan kesehatan saling berinteraksi secara kompleks. Pemahaman holistik mengenai hubungan tersebut penting untuk merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu merespons perubahan perilaku masyarakat di era modern.
Copyrights © 2026