Penelitian ini menelaah peran kenyamanan lingkungan sekolah dalam membentuk ritme belajar siswa yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Lingkungan sekolah dipahami sebagai kombinasi faktor fisik dan sosial yang memengaruhi kemampuan siswa untuk berkonsentrasi, menjaga kestabilan emosi, serta mempertahankan konsistensi selama mengikuti proses pembelajaran. Unsur fisik yang diperhatikan antara lain pencahayaan ruang kelas, kebersihan, ventilasi, pengaturan suhu, dan tingkat kebisingan. Selain itu, unsur sosial di sekolah seperti interaksi antara guru dan siswa maupun hubungan antarsiswa turut memengaruhi rasa nyaman dan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung terhadap kondisi lingkungan sekolah dan wawancara semi-terstruktur dengan siswa dan guru. Studi pustaka juga dilakukan untuk memberikan dasar teoretis dan memperkuat temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang nyaman dapat meningkatkan fokus belajar, menurunkan ketegangan emosional, dan mendorong keterlibatan siswa selama kegiatan pembelajaran, sehingga ritme belajar menjadi lebih teratur dan stabil. Sebaliknya, kebisingan serta kondisi fisik kelas yang kurang mendukung ditemukan menghambat konsentrasi dan memutus kesinambungan pemahaman materi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kenyamanan lingkungan sekolah memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembentukan ritme belajar siswa yang konsisten. Oleh karena itu, peningkatan kualitas fasilitas fisik serta penciptaan suasana sosial yang suportif merupakan langkah strategis yang perlu diperhatikan sekolah agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan perkembangan siswa dapat didukung secara menyeluruh.
Copyrights © 2026