Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 25 kabupaten di Provinsi Sumatera Utara dipengaruhi oleh keuangan desa, dana alokasi khusus untuk kesehatan, dan dana alokasi khusus untuk pendidikan. Data penelitian disediakan oleh Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk mengetahui pengaruh yang berbeda dari model IPM untuk setiap kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, penelitian ini dilakukan secara kuantitatif menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun DAK kesehatan tidak berpengaruh terhadap IPM, DAK pendidikan dan dana desa memiliki dampak yang positif dan signifikan. Sementara itu, secara simultan DAK pendidikan, DAK kesehatan dan dana desa berpengaruh signifikan terhadap IPM di 25 Kabupaten Provinsi Sumatera Utara dengan besaran kontribusi sebesar 92,83% sedangkan sisanya 7,17% dari variabel lainnya. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dana desa adalah variabel paling dominan terhadap IPM. Daerah dengan model IPM terbaik ada di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Toba dan Simalungun. Sedangkan daerah dengan model IPM terrendah ada di Kabupaten Nias, Padang Lawas dan Tapanuli Selatan. Secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa anggaran pendidikan dan dana desa berperan besar dalam mendorong peningkatan IPM suatu daerah, sedangkan sektor kesehatan masih perlu ditingkatkan pengawasannya agar realisasi anggaran akurat dan tepat sasaran, harapannya bisa memberi hasil yang lebih maksimal terhadap peningkatan IPM di Provinsi Sumatera Utara.
Copyrights © 2026