Kemajuan pesat dalam teknologi pendidikan, neuroedukasi, dan teori konektivisme telah membuka peluang bagi lahirnya paradigma pembelajaran baru di perguruan tinggi yang lebih holistik dan adaptif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis literatur terkini (2020–2025) terkait integrasi neurosains, refleksi pribadi, dan konektivitas sosial-digital dalam konteks pembelajaran biologi. Berdasarkan tinjauan pustaka, diusulkan model konseptual Neuro-Konektif Reflektif Inovatif (NKR-Inovatif) yang menekankan sinergi antara proses otak, interaksi sosial, dan refleksi emosional, yang diperkuat melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), realitas tertambah (AR), dan realitas virtual (VR). Model ini menawarkan pendekatan multidimensi yang melampaui fokus tradisional pada kognisi, dengan menekankan kesadaran diri, pemahaman emosional, dan kemampuan membangun jejaring pengetahuan digital. Penerapan NKR-Inovatif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, menjadikan mahasiswa sebagai pembelajar reflektif, adaptif, dan terhubung secara digital, sekaligus mendorong pengembangan keterampilan kritis, kolaboratif, dan kreatif. Kajian ini juga menyoroti bahwa integrasi neurosains dengan teknologi interaktif dan strategi reflektif dapat memperkuat retensi konsep, memfasilitasi pemecahan masalah kompleks, dan meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa. Temuan ini diharapkan menjadi landasan empiris dan konseptual bagi perancang kurikulum dan pendidik dalam merancang strategi pembelajaran inovatif, efektif, dan berkelanjutan di pendidikan tinggi biologi, sekaligus memberikan perspektif baru bagi penelitian interdisipliner dalam pendidikan sains.
Copyrights © 2026