Perkembangan sektor keuangan syariah di Indonesia mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah secara proaktif mengupayakan pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu instrumen strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun demikian, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir mengalami penurunan yan memberikan tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan potensi sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lembaga keuangan syariah, baik dari instrumen bank maupun non bank, terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2018-2024. Metode yang dipakai adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan data kuartalan untuk menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara variabel aset bank syariah, pembiayaan bank syariah, saham syariah, serta sukuk terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan aset bank syariah berkontribusi positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pembiayaan bank syariah memberikan dampak negatif yang signifikan. Saham syariah tidak memiliki dampak signifikan, sementara sukuk memberikan dampak positif di jangka pendek tetapi negatif di jangka panjang. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya peningkatan efisiensi dalam distribusi pembiayaan bank syariah, penguatan pasar modal syariah, serta pengelolaan sukuk yang strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini memberikan landasan empiris untuk pengembangan industri keuangan syariah serta kebijakan ekonomi nasional yang inklusif.
Copyrights © 2026