Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah pola kehidupan keluarga. Meningkatnya penggunaan gawai menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas interaksi antara orang tua dan anak. Di Indonesia, tingginya penetrasi internet dan durasi penggunaan gawai memperkuat munculnya fenomena parental phubbing dan technoference, yaitu kondisi ketika orang tua tidak sepenuhnya hadir secara emosional karena perhatian teralih pada perangkat digital. Penelitian mengenai screen time pada anak cukup banyak, namun studi mengenai screen time orang tua khususnya ibu sebagai pengasuh utama dan kaitannya dengan kualitas interaksi dalam keluarga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara screen time orang tua dan kualitas interaksi orang tua anak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 238 ibu yang memiliki anak usia ≤ 18 tahun melalui teknik purposive sampling. Durasi screen time diukur menggunakan SCREEN-Q, kualitas interaksi orang tua-anak diukur menggunakan PACHIQ-R yang mencakup dimensi penerimaan dan resolusi konflik. Analisis dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time orang tua dan kualitas interaksi orangtua anak(r = 0,022;p=0,366). Temuan ini mengindikasikan bahwa durasi penggunaan gawai bukan faktor utama yang berhubungan langsung dengan kualitas interaksi orang tua anak. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya memperhatikan konteks penggunaan gawai dan kualitas komunikasi keluarga dalam praktik digital parenting.
Copyrights © 2026